Senin, 01 Oktober 2018

/

Kita sepakat memiliki hak untuk memutuskan suatu hal, terutama yang bersifat pribadi.
Kita tahu, tidak semua yang kita paksakan ke orang lain itu baik.
Namanya saja pilihan, orang berhak untuk mengambil salah satunya.
Kita tidak mempunyai hak untuk memaksakan, apalagi yang bersifat pribadi.

Memangnya, kita pernah memaksa orang lain? Coba sadari dulu dari hal yang paling sederhana. Mungkin kita pernah memaksa orang lain untuk mencintai kita, atau memandang suatu hal dari sudut pandang yang kita yakini.

Yang kau kira baik, belum tentu baik bagi orang lain.

"Tahu akun instagramku, kok enggak di-follow?" dan beberapa pertanyaan sejenis.
Adalah pertanyaan yang sebenarnya memaksa. Jika berteman, apakah harus saling mengikuti? Apakah standar pertemanan kita hanya serendah itu? Ditentukan oleh mengikuti/berteman di media sosial. Lantas, kalau tidak diikuti balik atau pertemanan tidak diterima, apakah harus dipermasalahkan? Buat apa memaksa orang lain kalau mereka tidak ingin?

Minggu, 19 Agustus 2018

/

Setelah menjalani beberapa hari dengan puasa daud(puasa selang-seling) aku merasa puasa ini menjaga diri dari hal negatif. Contohnya, aku tidak begitu berminat membicarakan orang lain, bahkan kalau diajak membicarakan orang lain bawaannya pengen cepet ngilang. Males nanggepinya.

Kedua, dari segi baperan, perasaan, ini juga berpengaruh. Aku sekarang tidak mudah baperan karena kalimat orang lain, mudah tersinggung, atau menjatuhkan perasaan suka kepada setiap orang, bukan setiap ding, tapi kepada orang-orang yang kuharapkan.

Menjaga dari hal buruk, aku sekarang tidak peduli apabila statusku masih jomlo. Toh nggak pengaruh juga pikirku. Tidak ada kegalauan yang menghinggapi ketika aku jomlo tapi teman-temanku tidak. Pikirku, status pacaran hanyalah ilusi. Mereka tidak benar-benar saling memiliki, bahkan yang sudah dibuhul pernikahan saja masih bisa pisah, apalagi cuma pacaran? eh perkara memiliki, memang hidup ini milik kita? kukira tidak, semua bisa terjadi atas kehendak-Nya.

Puasa dapat menjadi benteng pelindung diri, ya, dengan puasa, aku jadi malas melakukan perbuatan negatif. Sering melewatkan video gadis-gadis cantik yang bertebaran di lini masa instagram, dan rasanya nggak minat ngomongin(gosip) orang lain.

Popular Posts

Categories