Senin, 01 Oktober 2018

/

Kita sepakat memiliki hak untuk memutuskan suatu hal, terutama yang bersifat pribadi.
Kita tahu, tidak semua yang kita paksakan ke orang lain itu baik.
Namanya saja pilihan, orang berhak untuk mengambil salah satunya.
Kita tidak mempunyai hak untuk memaksakan, apalagi yang bersifat pribadi.

Memangnya, kita pernah memaksa orang lain? Coba sadari dulu dari hal yang paling sederhana. Mungkin kita pernah memaksa orang lain untuk mencintai kita, atau memandang suatu hal dari sudut pandang yang kita yakini.

Yang kau kira baik, belum tentu baik bagi orang lain.

"Tahu akun instagramku, kok enggak di-follow?" dan beberapa pertanyaan sejenis.
Adalah pertanyaan yang sebenarnya memaksa. Jika berteman, apakah harus saling mengikuti? Apakah standar pertemanan kita hanya serendah itu? Ditentukan oleh mengikuti/berteman di media sosial. Lantas, kalau tidak diikuti balik atau pertemanan tidak diterima, apakah harus dipermasalahkan? Buat apa memaksa orang lain kalau mereka tidak ingin?

Popular Posts

Categories